Bruntusan merupakan istilah umum yang biasa digunakan untuk meggambarkan jerawat kecil-kecil yang paling sering muncul di area jidat. Kondisi seperti ini yang biasanya menjadi penyebab munculnya bruntusan karena adanya sel kulit mati, minyak berlebih, dan bakteri yang terperangkap di dalam pori-pori yang tidak segera dibersihkan. Biasanya, masalah bruntusan ini sering muncul di bagian dahi akibat dari rambut yang lepek dan berminyak. Berikut ini merupakan 6 jenis perawatan untuk wajah bruntusan, yaitu :

  1. Selalu melakukan tekning double cleansing pada malam hari

Ternyata penyebab utama munculnya bruntusan pada kulit adalah karena penumpukan sel kulit mati, minyak, atau bakteri yang ada di dalam pori-pori. Pada saat kulit mengalami bruntusan, Anda bisa menjaga kebersihan kulit wajah dengan menggunakan face wash dua kali dalam sehari. Jangan lupa untuk lakukan teknik double cleansing pada malam hari. Selain itu, pilih cleanser yang berbahan dasar gel atau creamy dan tidak mengandung fragrance serta alcohol untuk menghindari munculnya iritasi pada kulit.

  1. Lakukan eksfoliasi denga menggunakan produk yang lembut di kulit

Menjaga kebersihan kulit wajah juga bisa Anda lakukan dengan melakukan eksfoliasi. Hanya saja, Anda harus memilih produk eksfoliasi yang gentle atau lembut, seperti chemical exfoliate berupa toner yang mengandung AHA/BHA. Namun, untuk menghindari munculnya iritasi, sebaiknya Anda lakukan eksfoliasi pada saat kondisi bruntusan sudah tidak meradang.

  1. Gunakan pelembap setiap pagi dan malam hari

Munculnya  bruntusan pada kulit wajah, tidak berpengaruh terhadan penggunaan pelembap yang dibutuhkan. Hal ini disebabkan karena kulit tetap harus menjaga dan mengontrol produksi minyak serta membuat tekstur kulit menjadi lebih lembap dan lebih baik. Gunakan pelembap yang memiliki formula krim dan bahan dasar air atau gel serta berlabel non-comedogenic didalamnya. Hal ini bertujuan agar kandungan pelembap dapat bekerja secara maksimal dan tidak mennyumbat pori-pori wajah.

  1. Rutin menggunakan sunscreen setiap hari

Paparan sinar UV A dan UV B pada kulit yang mengalami bruntusan, ternyata dapat menyebabkan produksi sebum menjadi semakin meningkat sehingga dapat menambah penyumbatan pada minyak di pori-pori. Akibatnya, bruntusan dapat mengalami inflamasi dan menjadi semakin parah. Oleh karena itu, pastikan Anda rutin menggunakan sunscreen yang mampu menghilangkan UV A dan UV B agar perawatan terhadap masalah bruntusan ini menjadi lebih maksimal lagi. Untuk penggunaannya, Anda bisa memilih mineral sunscreen agar tidak menyumbat pori-pori.

 

 

 

  1. Gunakan obat atau krim yang sesuai dengan jenis bruntusan Anda

Terdapat tiga jenis bruntusan yang umumnya sering terjadi, yaitu fungal acen, jerawat pasir, dan komedo putih. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan obat atau krim yang sesuai dengan jenis bruntusan yang Anda miliki. Obat anti jamur (ketoconazole) bisa Anda gunakan untuk mengatasi fungal acne. Antibiotic gel dan bezoil peroksida dapat mengatasi jerawat pasir. Krim retinoid atau antibiotic untuk mengatasi masalah komedo putih.

  1. Konsumsi makanan yang sehat

Selain paparan zat berbahaya dari lingkungan, makanan juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan munculnya bruntusan pada kulit wajah. Karena, makanan yang memiliki kandungan gula tinggi tau minyak berlebihan, dapat memicu produksi insulin yang berlebih dalam tubuh dan mneyebabkan sebum berlebih hingga menjadi bruntusan. Oleh Karena itu, sangat penting menjaga pola makan dan memperbanyak makanan sehat, seperti buah dan sayur.

  1. Mengompres wajah dengan air dingin

Air dingin sangat disarankan sebagai pilihan air pada saat cuci muka, hal tersebut karena manfaat air putih yang mampu mneyamarkan tampilan pori-pori. Pada saat Anda mengalami bruntusan, ada baiknya Anda mengompres wajah Anda dengan menggunakan air dingin hingga gangguan bruntusan ini mereda.