ALSYVA.COM – Hipertensi merupakan salah satu dari sepuluh penyebab kematian di Indonesia. Definisi hipertensi atau nama lain dari gejala tekanan darah tinggi (hypertension) merupakan sebuah keadaan dimana kekuatan aliran darah dari organ jantung yang mendorong ke dinding pembuluh darah arteri melebihi batas normal.

Kekuatan dari tekanan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada aktivitas yang sedang dilakukan jantung (misalkan sedang istirahat, keadaan normal, atau sedang beraktivitas fisik seperti olahraga) dan daya tahan tubuh pembuluh darahnya.

Hipertensi merupakan kondisi saat tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Pada keterangan tersebut, angka 140 mmHG merujuk pada bacaan sistolik, yaitu ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan angka 90 mmHG merujuk pada bacaan diastolik, yaitu ketika jantung dalam keadaan tenang sambil mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.

Perlu anda ketahui bahwa tekanan sistolik merupakan tekanan maksimal sebab jantung berkontraksi, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan terendah diantara kontraksi (saat jantung beristirahat).

Kisaran Angka Tekanan Darah Normal

Untuk memahami angka tekanan darah normal bukanlah hal yang mudah, apalagi mengenai istilah sistolik, diastolik, dan milimeter merkuri (mmHG) tersebut. Tetapi, untuk menjaga agar tekanan darah dapat terkontrol dengan baik, penting untuk mengetahui seberapakah tekanan yang dianggap normal, dan kapan tekanan darah dikatakan terlalu tinggi atau hipertensi.

Tekanan darah normal umumnya berkisar pada 120/80 mmHG. Dan saat seseorang memiliki tekanan darah yang berkisar pada 140/90 mmHG atau lebih dapat dikatakan memiliki darah tinggi atau mengidap hipertensi. Akibat hipertensi atau tekanan darah yang terlalu tinggi ini dapat mengganggu sirkulasi darah.

Meski begitu, seseorang dengan tekanan darah yang normal bukan berarti dapat tenang begitu saja. Sebab disaat angka sistolik anda sudah berada di angka 120 hingga 139, atau jika angka distolik berkisar pada 80 hingga 89, ini menandakan anda memiliki gejala “prehipertensi”. Walau angka ini bukan termasuk hipertensi, tetapi sudah diatas angka tekanan darah normal pada umumnya. Orang-orang yang sehat juga disarankan untuk menerapkan tips dan cara mencegah hipertensi sekaligus menghindari risiko hipertensi dan penyakit jantung.

Jika tekanan darah anda berada diatas kisaran 180/110 mmHG atau memiliki tekanan sistolik atau diastolik yang melebihi angka ini, anda berisiko mengalami masalah kesehatan yang cukup serius dan harus segera ditangani. Kondisi ini disebut krisis hipertensi dan jika setelah tekanan darah tetap sama setelah pengukuran kembali, maka akan diberikan obat darah tinggi darurat.

Seberapa Umumkah Kondisi Hipertensi ini Dapat terjadi ?

Hampir semua orang bisa mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi ini. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bahwa angkanya saat ini terus meningkat secara global. Dan peningkatan pada orang-orang dewasa yang mengidap hipertensi diprediksi akan melonjak hingga 29% pada tahun 2025 nantinya.

Peningkatan kasus hipertensi ini sendiri juga terjadi di Indonesia, dimana menurut Data Riset Kesehatan Dasar milik Kemenkes RI pada tahun 2013 menunjukkan bahwa sekitar 25,8 % penduduk Indonesia positif mengidap hipertensi ini. Laporan Survei Indikator Kesehatan Nasional juga menunjukkan bahwa angka pengidapnya meningkat jadi 32,4 %. Angka tersebut bisa saja lebih tinggi karena banyak orang-orang yang tidak menyadari jika dirinya mengidap hipertensi ini.

Hipertensi sendiri memiliki sebutan “silent killer” atau pembunuh diam-diam karena penyakit ini tidak menyebabkan gejala jangka panjang. Tetapi, gejala hipertensi ini dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi yang dapat mengancam nyawa layaknya penyakit jantung.

Jika tidak teratasi tepat waktu, komplikasi hipertensi dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan, diabetes, dan yang lainnya. Stroke (51%) dan penyakit jantung koroner (45%) merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia akibat hipertensi.

salah satu ciri gejala hipertensi

Ciri-ciri Gejala Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Penderita hipertensi ini biasanya tidak memiliki ciri apapun atau hanya memiliki berbagai gejala ringan saja. Tetapi pada umumnya, berikut ini gejala hipertensi :

  • Sakit kepala parah
  • Penglihatan buram
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Pusing
  • Mual
  • Kelelahan
  • Nyeri dada
  • Susah bernapas
  • Darah dalam urin
  • Kebingungan

Penyebab Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

 

  • Merokok
    Merokok sebanyak satu batang saja dapat menyebabkan lonjakan langsung pada tekanan darah serta meningkatkan kadar tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG. Nikotin pada rokok dapat memacu sistem saraf untuk melepas zat kimia yang dapat mempersempit pembuluh darah dan ikut berkontribusi pada tekanan darah tinggi.
  • Tinggi konsumsi garam
    Terlalu banyak konsumsi makanan asin yang mengandung natrium (makanan kaleng, olahan, fast food), serta makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan juga bisa meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.
  • Efek samping obat-obatan
    Hipertensi juga dapat muncul karena efek samping dari obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Pada kondisi ini disebut hipertensi sekunder, pil KB dan obat flu yang ada di toko juga dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi.