Jerawat bisa sembuh dengan cepat dalam hitungan hari. Namun, bekas jerawat yang membandel bisa bertahan lama diwajah dan sangat mengganggu penampilan. Untuk menghilangkan bekas jerawat, Anda harus memahami penyebab jerawat yang meninggalkan bekas hitam. Menurut penelitian jerawat di kulit merupakan bentuk peradangan. Pada saat peradangan sudah sembuh, secara alami sel-sel kulit baru akan terbentuk. Namun, ada kemungkinan sel baru yang berfungsi memulihkan kondisi kulit ini mengandung banyak melanin. Melanin merupakan pigmen zat yang memberikan warna pada kulit.

Pada saat sel tertentu mengandung lebih banyak melanin daripada yang lainnya, lapisan kulit tersebut jadi lebih gelap. Hal ini disebut dengan hiperpigmentasi pascaperadangan. Orang yang kulitnya lebih gelap, secara alami sangat rentan mengalami hiperpigmentasi. Mengobati bekas jerawat bintik hitam berbeda dari bekas jerawat berupa luka. Bekas jerawat berupa bopeng atau yang menghitam membutuhkan perbaikan di jaringan sel kulit yang rusak. Bekas jerawat hitam bisa memudar dengan seiringnya waktu antara tiga bulan sampai dengan dua tahun. Bekasnya juga bisa hilang dengan sepenuhnya.

  1. Gunakan tabir surya

Paparan sinar matahari secara langsung tanpa perlindungan dari tabir surya dapat membuat bekas jerawat terlihat lebih ketara. Oleh karena itu, gunakan produk tabir surya dengan perlindungan SPF minimal 30 setiap hari untuk mengatasi bekas jerawat. Selain melindungi paparan langsung sinar matahari, tabir surya juga bisa menjaga kerusakan kulit.

  1. Pilihlah produk yang mengandung asam laktat

Produk skincare atau perawatan kecantikan yang mengandung asam laktat dapat mengurangi hiperpigmentasi setelah kulit jerawat menjadi sangat meradang. Selain itu, asam laktat juga memiliki manfaat untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Sehingga, bekas luka dan juga tekstur kulit yang kasar bisa membaik. Selain itu, asam laktat juga dapat mengatasi bekas jaringan luka yang berubah warna menjadi lebih gelap.

  1. Gunakan produk berbasis vitamin C

Vitamin C dapat mengandung antioksidan yang dapat mencerahkan sekaligus mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Dengan kandungan anti oksidan yang ada didalamnya, vitamin C dapat mengantisipasi pigmentasi, penyebab munculnya bercak hitam.

  1. Gunakan produk yang mengandung AHA

Alpha Hydroxy Acid (AHA) memiliki manfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan mencegah pori-pori tersumbat. Kini sudah banyak dokter kulit yang merekomendasikan AHA dalam mengatasi jerawat sekaligus memudarkan bekasnya. Selain mengatasi jerawat dan juga mengurangi bekasnya, formula AHA juga dapat mengatasi jaringan parut.

 

 

  1. Gunakan lidah buaya

Tumbuhan lidah buaya sejak lama dikenal sebagai bahan alami yang sangat bagus untuk perawatan kulit. Lidah buaya memiliki kandungan bernama zat aloesin yang berguna untuk menghambat pertumbuhan melanin. Hal inilah yang menyebabkan kulit wajah menjadi hitam dan kusam.

  1. Madu

Madu memiliki segudang khasiat untuk kecantikan dan juga kesehatan. Kandungan antibiotic yang ada di dalam madu dapat membantu menyamarkan bekas jerawat dan mencegah infeksi peradangan akibat jerawat.

  1. Gunakan mentimun

Mentimun sudah dipercayai salah satu bahan penghilang jerawat yang paling ampuh. Karena, kandungan vitamin C, vitamin A dan magnesium pada mentimun sangat berguna untuk kulit wajah. Dengan menggunakan masker mentimun, bekas jerawat yang mengitam bisa lenyap.

  1. Gunakan ekstrak grapeseed

Ekstrak grapeseed merupakan bahan alami yang mampu menghilangkan bekas jerawat. Sebuah studi telah meneliti bahwa dengan mengonsumsi ekstrak grapeseed selama kurang lebih 6 bulan, dapat memberikan dampak yang positif pada penderita melasma, yang merupakan kondisi serupa dengan jerawat.