ALSYVA.COM
– Gejala penyakit jantung pada wanita dan juga pria tidak selalunya sama, dan apabila tidak diketahui oleh wanita tersebut dan juga dokternya, perbedaan yang terjadi ini dapat membahayakan bagi si wanita yang mengidap penyakit jantung tersebut.

Pada buku teks kardiologi standar, sebagian besar pembahasan isi buku tersebut ialah deskripsi gejala yang pada umumnya muncul jika seseorang menderita penyakit jantung. Dan dalam kebanyakan kasus yang terjadi, gejala umum tersebut rupanya merupakan uraian dari gejala umum penyakit jantung pada pria.

Walaupun banyak buku medis yang menganggap gejala penyakit jantung pada wanita jarang sekali terjadi. Tetapi pada faktanya lebih banyak wanita yang meninggal karena penyakit jantung daripada pria. Apabila anda seorang wanita yang mengalami berbagai macam gejala yang mungkin berhubungan dengan penyakit jantung, segera kujungi dokter.

Berikut ini beberapa tips dalam membedakan gejala penyakit jantung pada wanita dan pria :

  • Angina
    Angina tidak selalunya sama yang dirasakan seperti nyeri dada umumnya pada wanita. Kondisi angina pada umumnya digambarkan seperti nyeri dada yang rasanya seperti tertekan dan dapat menyebar rasanya hingga ke rahang ataupu pada bahu. Hal ini juga dapat dirasakan pada pria pada umumnya.

    Akan tetapi, tidak sedikit pula para wanita yang mengalami angina ini melaporkan bahwa adanya sensasi panas atau seperti terbakar, atau terasa lunak pada saat disentuh, yang dapat terjadi di lengan, rahang, bahu, dan punggung. Terlebih lagi, ada juga yang tidak mengalami gejala sama sekali sehingga mereka akan jarang dan sulit untuk mengetahui penyakit jantung sebagai penyebabnya.

    Dokter yang cermat akan memikirkan kemungkinan terjadinya angina pada setiap pasiennya baik pria maupun wanita yang mengeluhkan rasa tidak nyaman dimana pun di bagian atas pinggang yang timbul saat sedang beraktivitas berat.

    Hanya saja, karena banyaknya dokter yang mempercayai bahwasannya penyakit arteri koroner jarang dialami oleh kaum wanita membuat mereka menganggap bahwa masalah tersebut ialah gejala dari masalah nyeri otot dan tulang, atau bahkan gangguan emosional saja.

    Wanita jauh lebih rentan mengalami gejala angina ketimbang pria saat arteri koroner mereka menunjukkan benar-benar normal selama kateterisasi jantung. Mereka sering diberitahukan bahwa gejala yang dialami tersebut merupakan akibat dari kelainan gastrointestinal, (atau lebih buruk lagi jika gejala tersebut hanya ada pada pikiran saja) sedangkan pada kenyataannya mereka memiliki masalah jantung yang cukup signifikan.

  • Serangan Jantung
    Serangan jantung serta sindrom koroner akut mungkin juga dapat berbeda antara wanita dan pria. Pada umumnya, wanita yang mengalami serangan jantung akan menimbulkan berbagai macam keluhan seperti rasa mual, napas pendek, kelelahan yang ekstrim dan gangguan pencernaan, namun tidak mengalami rasa nyeri dada.

    Wanita juga diketahui lebih mudah terkena infark myokardia diam-diam, yaitu serangan jantung tanpa memberikan gejala sama sekali dan hanya terdiagnosa jika gejala serangan jantung yang berikutnya terjadi.

Saatnya Mencari Bantuan Medis

Karena gejala serangan jantung pada wanita yang mungkin tidak sama dengan yang tertulis pada buku, lalu bagaimana cara untuk mengetahui bahwa anda memerlukan bantuan medis untuk gejala yang mungkin terkait dengan kesehatan jantung ? Pergilah ke dokter jika mengalami gejala-gejala berikut ini :

  • Merasakan rasa nyeri, rasa panas ataupun tertindih pada dada, bahu, rahang, lengan, atau pada punggung yang berlangsung sekitar 5 menit hingga 10 menit.
  • Napas yang pendek tanpa sebab yang terjadi sekitar 5 menit hingga 10 menit.
  • Detak jantung yang tidak beraturan serta rasa pusing.

Intinya ialah dengarkan keluhan tubuh dan ikuti insting, jika memang terjadi gejala-gejala yang berhubungan dengan jantung maka segeralah pergi dan periksakan ke dokter.