ALSYVA.COM – Selain makanan penurun kolesterol untuk pria dan wanita, ibu hamil juga cenderung dapat mengalami kenaikan pada kolesterolnya. Karena pada umumnya banyak yang mengatakan bahwa pada saat seorang wanita tengah hamil dianjurkan untuk banyak makan agar kebutuhan sang buah hati tercukupi.

Tetapi pada faktanya, hal inilah yang menyebabkan terjadinya kenaikan berat badan dan kolesterol tubuh. Dan akibatnya, pada saat usai melahirkan, berat badannya akan sulit kembali ke berat badan sebelumnya.

Makanan yang Sebaiknya Dibatasi oleh Ibu Hamil

Makanan dengan kolesterol tinggi sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh ibu hamil agar tidak terjadi lonjakan tingkat kolesterolnya selama kehamilan. Makanan tinggi kolesterol yang bisa dijumpai pada kuning telur, seafood, juga jeroan. Makanan tersebut harus dibatasi konsumsinya selama kehamilan, untuk mencegah risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, batasi asupan kolesterol yang dianjurkan, yaitu sekitar 200 mg per harinya.

Pada 100 gram telur terdapat 373 mg kolesterol dan 100 gram udang terdapat 211 mg kolesterol, maka sebaiknya bagi ibu hamil tidak mengkonsumsi telur tidak lebih dari satu butir per harinya atau dapat mengkonsumsi lebih dari satu butir namun tanpa bagian kuning telurnya.

Perlu diingat juga untuk menghindari makanan dengan kandungan mentega dan diolah dengan cara digoreng karena memiliki kandungan lemak trans. Makanan cemilan seperti wafer dan cokelat yang memiliki kandungan asam lemak jenuh juga sebaiknya turut dihindari.

Roti Gandum

Makanan Penurun Kolesterol untuk Ibu Hamil

Pada ibu hamil, sangat penting juga untuk memperhatikan jenis konsumsi asam lemak yang dikonsumsi. Beda dengan asupan kolesterol yang harus dibatasi, konsumsi asam lemak tak jenuh ganda sebaiknya ditingkatkan seperti konsumsi buah alpukat contohnya, bisa konsumsi 2-3 buah alpukat per harinya.

Selain itu, beberapa makanan yang aman dikonsumsi bagi ibu hamil adalah :

  • Buah zaitun.
  • Roti gandum.
  • Nasi merah.
  • Oatmeal, dan
  • Kacang-kacangan.

Benarkah Kolesterol Itu Buruk ?

Kolesterol selama ini memang sering dipandang dari sisi buruknya tanpa mengetahui sisi baiknya. Memang pada dasarnya kolesterol tinggi berdampak buruk pada kesehatan jika tidak dikontrol dengan baik, namun jika dapat menjaga kolesterol dengan baik, hal itu pun berdampak baik pada kesehatan juga.

Kolesterol pun dibutuhkan oleh tubuh untuk membuat hormon dan membantu mencerna lemak dari makanan. Maka dari itu, menjaga pola makan sangat penting agar tidak terjadinya lonjakan kolesterol.

Tingkat kolesterol tubuh pun dapat berfluktuasi tergantung pada asupan makanan yang dikonsumsi. Produktivitas kolesterol juga berhubungan dengan usia dan jenis kelamin serta hormon. Semakin menua seseorang, maka semakin meningkat juga kadar kolesterolnya.

Jenis kelamin juga memengaruhi tingkat kolesterol pada wanita melalui perubahan hormonal. Dan secara fisiologisnya, tingkat kolesterol pada wanita akan melonjak naik pada masa kehamilan.

Makanan yang Sebaiknya Dibatasi oleh Ibu Hamil

Makanan dengan kolesterol tinggi sebaiknya dibatasi atau dihindari oleh ibu hamil agar tidak terjadi lonjakan tingkat kolesterolnya selama kehamilan. Makanan tinggi kolesterol yang bisa dijumpai pada kuning telur, seafood, juga jeroan. Makanan tersebut harus dibatasi konsumsinya selama kehamilan, untuk mencegah risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, batasi asupan kolesterol yang dianjurkan, yaitu sekitar 200 mg per harinya.

Pada 100 gram telur terdapat 373 mg kolesterol dan 100 gram udang terdapat 211 mg kolesterol, maka sebaiknya bagi ibu hamil tidak mengkonsumsi telur tidak lebih dari satu butir per harinya atau dapat mengkonsumsi lebih dari satu butir namun tanpa bagian kuning telurnya.

Perlu diingat juga untuk menghindari makanan dengan kandungan mentega dan diolah dengan cara digoreng karena memiliki kandungan lemak trans. Makanan cemilan seperti wafer dan cokelat yang memiliki kandungan asam lemak jenuh juga sebaiknya turut dihindari.

Roti Gandum

Makanan Penurun Kolesterol untuk Ibu Hamil

Pada ibu hamil, sangat penting juga untuk memperhatikan jenis konsumsi asam lemak yang dikonsumsi. Beda dengan asupan kolesterol yang harus dibatasi, konsumsi asam lemak tak jenuh ganda sebaiknya ditingkatkan seperti konsumsi buah alpukat contohnya, bisa konsumsi 2-3 buah alpukat per harinya.

Selain itu, beberapa makanan yang aman dikonsumsi bagi ibu hamil adalah :

  • Buah zaitun.
  • Roti gandum.
  • Nasi merah.
  • Oatmeal, dan
  • Kacang-kacangan.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]