ALSYVA.COM
– Tidak sedikit orang yang butuh buah untuk penyakit stroke. Sebagai salah satu penyakit yang berbahaya dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi, penyakit stroke patut diwaspadai dan tidak menyepelekannya. Penyakit stroke sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu penyakit stroke iskemik dan hemoragik. Salah satu bentuk menyepelekan terhadap penyakit stroke ialah dengan gaya hidup yang “seenaknya” tanpa memerhatikan kesehatan yang membuat kualitas kesehatan tubuh yang menurun.

Dan bagi penderita stroke, selain dengan konsumsi obat yang rutin dan terapi fisik, penderita stroke juga perlu untuk mempertimbangkan kembali asupan makanan yang dikonsumsi. Bagi penderita penyakit stroke perlu konsumsi makanan dengan kandungan serat serta mampu menyerap kolesterol jahat (LDL) yang ada dalam darah.

Buah Untuk Penyakit Stroke

Penyakit stroke termasuk salah satu kondisi yang serius dan dapat mengancam kesehatan dan menimbulkan kerusakan permanen. Penderita stroke juga tentunya diharuskan untuk konsumsi makanan sehat, salah satunya dengan konsumsi buah. Hanya saja ada juga beberapa buah yang harus dihindari karena tidak aman untuk dikonsumsi para penderita stroke, salah satunya ialah duku, salak, cempedak, dan durian.

Lalu buah-buahan apa yang dianjurkan untuk para penderita stroke ? Ini dia diantaranya :

  • Buah jeruk
    Sumbatan yang terjadi di pembuluh darah yang menuju ke otak dapat dilancarkan dengan jus buah jeruk. Buah jeruk mempunyai rasa manis alami yang khas dengan kadar gula yang rendah dan vitamin C yang tinggi serta kandungan lainnya. Dengan begitu sangat cocok untuk dikonsumsi bagi penderita stroke karena manfaatnya dalam melancarkan pembuluh darah.
  • Buah semangka
    Buah semangka mampu mengoksidasi kolesterol yang menempel di dinding pembuluh darah. Sehingga semangka dapat menjadi salah satu tips pencegahan dan menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
  • Buah pisang
    Pisang merupakan salah satu buah yang kaya akan kandungan kalium. Dan berdasarkan riset, diet rendah kalium mampu meningkatkan risiko penyakit stroke mencapai 28%. Sehingga pisang cocok menjadi salah satu buah yang cocok dikonsumsi oleh penderita stroke.
  • Buah mengkudu
    Buah mengkudu terkenal akan khasiatnya dalam menjaga tekanan darah agar tetap stabil dan terkontrol. Kandungan pada buah mengkudu seperti xeronin dan kandungan vitamin dan mineral lainnya sangat baik dan diyakini untuk memperbaiki fungsi tubuh dan cocok untuk terapi stroke.
  • Buah apel
    Buah apel memiliki kandungan potasium dan pektin yang dapat mencegah penyakit stroke. Ada juga kandungan lainnya yaitu quercetin yang mengatasi inflamasi atau proses terjadinya pengerasan di pembuluh darah. Kandungan tersebut berperan penting dalam melancarkan aliran darah di tubuh dan mencegah pembuluh darah yang mengeras.

 

Makanan Untuk Penderita Stroke yang Harus Dibatasi

Sebagai penderita stroke memang harus membatasi sebagian makanan sekalipun itu makanan favoritnya, dan pada umumnya makanan untuk penderita stroke yang perlu dibatasi bisa berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing orang yang mengalami stroke. Akan tetapi, ada baiknya jika membatasi atau menghindari beberapa jenis makanan ini :

  • Makanan instan dalam kemasan
    Makanan untuk penderita stroke yang pertama yang harus dibatasi jumlah konsumsinya atau dihindari ialah makanan instan. Sebab, pada umumnya kebanyakan makanan instan dalam kemasan ini memiliki kandungan natrium nitrat serta nitrit. Keduanya sering dipakai sebagai zat pewarna dan zat pengawet pada daging olahan seperti halnya daging kemasan, sosis, ataupun produk yang lainnya. Begitupun dengan makanan kemasan lainnya yang patut untuk dihindari seperti kentang, mi instan dan camilan pada kemasan.

    Alasan mengapa perlu dikurangi karena kedua kandungan tersebut, yaitu natrium nitrat serta nitrit mampu merusak pembuluh darah dengan membuat arteri mengeras dan menyempit yang memicu terjadinya penyakit jantung serta stroke yang datang kembali atau kambuh.

  • Makanan dengan kadar gula tinggi
    Setelah mengalami stroke, tentu penting untuk membatasi jumlah konsumsi gula. Tingginya konsumsi gula bisa merusak pembuluh darah serta mengakibatkan terjadinya obesitas. Apabila kedua hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin penyakit stroke menyerang kembali. Maka dari itulah penting untuk membatasi jumlah konsumsi gula.
  • Makanan dengan kadar garam tinggi
    Makanan dengan kadar garam yang tinggi tentu mengandung natrium yang memicu terjadinya kenaikan tekanan darah. Jika tidak segera dikontrol dengan baik akan rentan mengalami hipertensi yang memicu terjadinya penyakit stroke.
  • Makanan dengan lemak jenuh dan lemak trans
    Lemak jahat itu terdiri dari lemak jenuh dan juga lemak trans. Kandungan lemak jenuh diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) pada tubuh. Kolesterol jahat (LDL) yang tinggi akan mengakibatkan pada terjadinya penumpukan lemak di arteri. Hal ini dapat menghambat aliran darah menuju jantung dan otak yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

    Selain itu, lemak yang perlu dihindari ialah lemak trans. Lemak trans ini merupakan lemak yang diolah dengan cara menambahkan hidrogen pada minyak sayur agar membuatnya jauh lebih padat. Lemak trans terbukti jelas dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit, salah satunya ialah penyakit stroke.

  • Minuman Beralkohol
    Alkohol secara umum mampu meningkatkan tekanan darah yang memicu terjadinya stroke. Pada umumnya, orang yang sebelumnya telah mengalami stroke hanya disarankan untuk konsumsi satu gelas alkohol per harinya untuk wanita dan dua gelas untuk pria. Tetapi ini juga bergantung pada jenis minuman dan tingkat alkohol yang dikonsumsi.