Kulit kita memiliki lubang kecil yang bernama pori-pori atau folikel. Pori-pori ini bisa tersumbat minyak, bakteri, sel kulit mati, dan juga kototan. Pada saat pori-pori tersumbat, jerawat bisa saja muncul di kulit. Apabila kondisi ini terjadi berulang, maka Anda bisa dikatakan mengalami jerawatan. Jerawat biasanya muncul pada wajah, dahi, dada, punggung dan bahu. Untuk itu Anda perlu kenali penyebab timbulnya jerawat agar Anda dapat melakukan pencegahan. Berikut ini merupakan penyebab tumbuhnya jerawat, yaitu :

  1. Produksi minyak yang berlebih

Kulit kita dirancang lengkap dengan kelenjar minyak. Kelenjar kecil ini berada di dekat permukaan kulit dan juga menempel pada pori-pori. Melansir dari NHS, kelenjar minya memiliki tugas untuk melumasi rambut dan kulit agar tidak kering. Kelenjar ini juga menghasilkan minyak yang bernama sebum. Pada seseorang yang rentan berjerawat, kelenjar minyak memproduksi terlalu banyak sebum. Sebum bisa bercampur dengan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Apabila pori-pori tersumbat, maka pori-pori ini bisa saja menonjol ke luar, dan menciptakan munculnya komedo. Bakteri yang hidup di skeitar kulit lalu menginfeksi pori-pori yang tersumbat, dapat memicu timbulnya jerawat.

  1. Hormone testosterone

Penyebab jerawat pada remaja pada umumnya terkait dengan peningkatan hormone testosterone. Selama masa pubertas, hormone tersebut akan meningkat. Hormone ini memiliki peran dalam merangsang pertumbuhan alat kelamin pada laki-laki serta menjad kekuatan otot dan juga tulang pada perempuan. Kelenjar minyak sangat sensitive terhadap perubahan hormone. Alhasil, pada saat testosterone melonjak, kelenjar minyak turut memproduksi lebih banyak sebum atau minyak.

  1. Faktor keturunan

Penyebab jerawat juga bisa karena faktor keturunan. Apabila orangtua atau anggota keluarga cenderung jerawatan, maka ada kemungkinan seseorang juga cenderung rentan jerawatan. Salah satu penelitian telah mengungkapka, bahwa apabila orangtua seseorang berjerawat, maka besar kemungkinan nanti anaknya akan berjerawat juga.

  1. Perubahan hormone pada wanita

Jerawat pada orang dewasa lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya perubahan hormone yang dialami wanita. Wanita mengalami perubahan hormone sesaat sebelum atau pada saat sedang menstruasi dan hamil. Selain itu, perubahan hormone pada wanita juga bisa karena penyakit sindrom ovarium polikistik (PCOS).

  1. Tidak cocok dengan produk kosmetik atau skincare

Beberapa orang bisa juga mengalami jerawat karena produk kosmetik dan perawatan kulit/skincare. Sejumlah produk kosmetik atau skincare biasanya mengandung bahan-bahan yang dapat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat. Pemilik kulit yang rentan jerawat sangat perlu untuk memilih ksmetik dan skincare. Pastikan hanya menggunakan produk yang non komedogenik atau yang tidak menyumbat pori-pori.

 

 

  1. Efek samping sejumlah obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dapat menimbulkan efek samping pada tubuh termasuk kulit. Obat-obatan seperti jenis steroid, lithium, dan obat untuk mnegatasi gangguan kesehatan mental, dapat menyebabkan jerawat.

  1. Penggunaan barang tertentu

Penggunaan barang tertentu yang dapat menekan area kulit bisa menjadi salah satu penyebab timbulnya jerawat. Beberapa barang yang dapat menyebabkan jerawat adalah topi, ikat kepala, dan masker.

Jerwat mudah muncul sesekali umumnya dapat diatasi dengan produk perawatn kulit yang ada di pasaran. Namun, untuk kasus tertentu yang membandel, cara menghilangkan jerawat biasanya membutuhkan perwatan medis yang khusus.

  1. Stress

Stress, tekanan hidup, baik karena masalah pekerjaan ataupun masalah keluarga dapay membuat seseorang menjadai stress. Hal ini biasanya akan memengaruhi gaya hidup seseorang, terutama dalam pola makan. Akibatnya jerawat akan lebih mudha terpicu.