Selain muncul pada area wajah dan punggung, jerawat di hidung juga dapat muncul. Walaupun jerawat di hidung tidak terlalu terlihat dan tidak terlalu mengganggu penampilan, namun jerawat dalam hidung ini tentunya sangat menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Jenis-jenis jerawat di hidung

Sebelum Anda mengetahui penyebab jerawat di hidung, penting untuk Anda mengenal terlebih dahulu jenis-jenis jerawat di hidung terlebih dahulu. Ada 2 jenis jerawat yang sering muncul di area hidung, yaitu jerawat vulgaris dan jerawat rosacea.

  1. Jerawat vulgaris

Jerawat vulgaris merupakan jenis jerawat yang mirip dengan jerawat komedo (whitehead dan blackheads), serta jerawat kistik pada umumnya. Penyebab jerawat vulgaris ini adalah karena adanya penyumbatan pori-pori. Apabila Anda mengalami jenis jerawat ini, maka biasanya akan muncul juga jerawat di area wajah atau di area tubuh lainnya seperti punggung.

  1. Jerawat rosacea

Jerawat rosacea ini disebabkan karena adanya sejenis masalah kulit yang bernama rosacea. Kemunculan acne rosacea ini ditandai dengan adanya ruam kemerahan pada kulit dan pembengkakan pada area wajah. Biasanya gejala awalnya adalah hidung Anda mungkin tampak membesar karena peradangan, dan jerawat akan muncul di atas permukaan kulit yang mengalami ruam kemerahan. Selanjutnya, jenis jerawat ini dapat menyebar ke area wajah yang lain, seperti pipi dan juga dahi.

Penyebab jerawat di hidung

Meskipun pada umumnya muncul di atas permukaan kulit wajah, muncul jerawat di dalam hidung juga bisa terjadi. Arti jerawat di hidung biasanya merupakan suatu pertanda adanya kondisi kulit yang berminyak dan efek stress. Jerawat yang muncul di dalam hidung dapat disebabkan juga karena folikel rambut, penumpukan sel-sel kulit mati, serta produksi minyak berlebih atau sebum yang menyumbat pori-pori. Apabila hal tersebut terjadi, maka bakteri akan lebih mudah berkembang dan dapat memicu peradangan sehingga menjadi jerawat. Hal inilah yang akhirnya dapat menimbulkan jerawat yang meradang dan juga terasa sakit, termasuk di bagian dalam hidung.

Salah satu penelitian telah mengungkapkan bahwa ada keterkaitan antara produksi sebum dan jerawat pada area T-Zone. Biasanya orang dewasa akan mengalami jerawat pada area T-Zone wajah, yaitu mulai dari dahi, dagu, dan juga hidung. Karena, T-Zone biasanya cenderung memproduksi lebih banyak minyak dibandingkan dengan area lainnya di wajah. Hal ini yang membuat area luar hidung dan dalam hidung cenderung rentan tumbuh jerawat.

Selain itu, penyebab jerawat di hidung juga bisa terjadi karena akibat dari infeksi bakteri yang menyumbat pori-pori kulit di dalam hidung. Infeksi yang terjadi ketika Anda mengalami jerawat di dalam hidung, yaitu :

  • Vestibulitis nasal

Vestibulitis nasal dikenal  dengan folikulitis. Vestibulitis nasal atau folikulitis ini dapat menyebabkan benjolan merah atau berawarna putih yang meradangan di dalam bagian dalam lubang hidung. Penyebab folikulitis yang utama adalah bakteri Staphylococcus (staph). Beberapa kebiasaan tertentu yang disebabkan karena akibat infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab jerawat di dalam hidung, seperti mengupil terlalu dalam atau membuang kotoran hidung  terlalu sering.

  • Bisul di dalam hidung dan selulitis

Bisul yang muncul di dalam hidung yang parah dapat menyebabkan selulitis. Selulitis merupakan infeksi kulit yang dapat menyebar dengan cepat dan dapat masuk ke dalam aliran darah Anda. Hal ini dapat mengakibatkan kulit membentuk lesung, bengkak, dan meradang. Pada beberapa kasus juga yang sangat parah dan tidak mendapatkan penanganan, selulitis bahkan dapat berakibat fatal hingga memicu kematian.

  • Rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair)

Rambut yang tumbuh ke dalam atau ingrown hair dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, termasuk di dalam hidung. Hal ini dapat timbul karena kebiasaan menghilangkan bulu hidung dengan cara mencabutnya, misalnya dengan waxing atau dengan menggunakan pinset.

  • Thrombosis sinus kavernosus

Sinus kavernosus merupakan pembuluh darah besar yang terdapat di dasar tengkorak. Ketika terinfeksi, bisul atau jerawat dalam hidung dapat menyebabkan gumpalan darah terbentuk di vena dan menghambat aliran darah ke otak. Akibatnya, thrombosis sinus kavernosus pun dapat muncul. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini termasuk membahayakan jiwa. Jerawat yang ada di dalam hidung ini cenderung memiliki risiko tinggi pada orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh menurun dan penderita diabetes. Kedua keompok orang ini akan lebih rentan mengalami infeksi pada kulit.

 

Cara mengobati jerawat di hidung

  • Salah satu cara untuk mengatasi jerawat di hidung merupakan mengoleskan salep jerawat. Salep oles yang mengandung antiseptic atau retinoid dapat mengobati jerawat di dalam hidung.
  • Mengonsumsi obat minum

Cara mengatasi jerawat di hidung berikutnya adalah dengan mengonsumsi obat minum. Mengonsumsi obat minum ini diperlukan jika jerawat di hidung yang Anda alami tergolong dalam level sedang atau berat.

  • Kompres hidung dengan air hangat

Dengan mengompres hidung dengan kapas atau kain yang dibasahi air hangat dapat menjadi cara menghilangkan jerawat di dalam hidung. Langkah ini dapat membantu meredakan rasa nyeri dan ketidaknyamanan akibat jerawat dalam hidung. Selain itu, Anda bisa juga menggunakan kapas, kain, atau handuk yang sudah dibasahi air hangat selama 15-20 menit, sebanyak tiga kali sehari.

  • Menggunakan minyak esensial

Minyak esensial juga dapat menjadi cara untuk mengatasi jerawat di hidung untuk meredakan rasa nyeri. Beberapa minyak esensial adalah tea tree oil, neem oil, cinnamon oil, atau rosemary oil.

  • Menghindari kebiasaan menyentuh hidung

Hindari menyentuh bagian dalam hidung, termasuk jika ada jerawat di dalam hidung. Karena, hal tersebut dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat hingga infeksi bakteri.

  • Jangan memencet jerawat

Hindari kebiasaan memencet jerawat, termausk jerawat yang muncul di area hidung. Karena, memencet jerawat dapat merusak lapisan kulit dan berisiko menginfeksi pori-pori kulit.