ALSYVA.COM – Penyakit jantung koroner banyak diartikan sebagai penyakit usia atau penyakit karena bertambahnya usia, padahal penyakit jantung koroner pada usia muda juga dapat terjadi atau pada usia produktif. Sebab penyakit jantung itu dapat terjadi pada siapapun lantaran pola hidupnya yang tidak sehat, adanya riwayat keluarga, dan terlebih lagi jika tidak pernah periksa kondisi jantung.

Fakta bahwa penyakit jantung dapat menyerang usia muda sudah cukup banyak, contohnya saja seperti salah satu mantan pesepak bola Indonesia, striker muda PSIS Semarang yang meninggal di usia yang masih muda yaitu 22 tahun, Erik Dwi Ermawansyah.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI (Riskesdas) pada tahun 2013, diketahui bahwa penyakit jantung koroner ini telah mencapai 12,1 persen dari populasi. Ini menunjukkan bahwa cukup banyak yang menderita penyakit jantung koroner ini. Dan pada persentase tersebut, diketahui pula sebanyak 39 persennya dialami oleh kelompok usia muda yang kurang dari 44 tahun. Dan pada kelompok usia muda tersebut juga diketahui 22 persennya dari penderita penyakit jantung koroner usia muda berkisar pada usia 15 tahun hingga 35 tahun.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apa penyebab terjadinya penyakit jantung pada usia muda ?

Pada organ jantung manusia, terdapat sejumlah pembuluh darah yang diantaranya merupakan pembuluh darah arteri yang sangat penting bagi tubuh manusia. Pada pembuluh darah ini ada sirkulasi darah yang mengandung oksigen ke semua organ yang ada di tubuh, termasuk organ jantung.

Jika pembuluh darah arteri ini terganggu aliran darahnya baik karena adanya penyumbatan atau penyempitan, hal ini dapat berisiko pada terjadinya serangan jantung.

Beberapa gejala serangan jantung :

  • Terjadinya nyeri dada, hal ini umumnya terasa seperti dada tertekan pada sebelah kiri.
  • Terasa tak nyaman di bagian tubuh atas, merasa sakit pada salah satu atau kedua lengan sekaligus, punggung, bahu, leher. Rasa tak nyaman dapat berlangsung selama beberapa menit dan kadang dapat disertai detak jantung yang cepat.
  • Merasa sesak napas, hal ini umumnya timbul diserta dengan keringat dingin, kepala pusing, hingga tubuh terasa lemas.
  • Gejala lainnya, terdapat juga gejala lainnya seperti batuk, mual, muntah (umumnya sering terjadi pada wanita).

Penyebab Serangan Jantung

  • Penyakit jantung koroner, penyebab sering terjadinya serangan jantung ialah penyakit jantung koroner. Penyakit jantung ini terjadi karena adanya timbunan plak pada pembuluh darah arteri, dan kemudian plak akan pecah dan terbawa di pembuluh darah arteri.

     

    Jika plak yang hancur cukup besar, akan menimbulkan terjadinya sumbatan di pembuluh darah arteri dan mengganggu aliran darah. Pada arteri koroner membawa aliran darah yang disertai oksigen untuk otot otot jantung. Jika otot otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup, akan mengakibatkan otot jantung mati dan terjadinya serangan jantung.

  • Spasme arteri koroner, hal ini merupakan salah satu penyebab lainnya terjadinya serangan jantung. Otot otot arteri koroner bisa mengalami penyempitan karena terjadinya spasme. Jika spasme yang terjadi cukup kronis, aliran darah bisa tersumbat dan otot jantung pun jadi kekurangan kadar oksigen.

Gejala penyakit jantung pada usia muda

Penyebab Penyakit Jantung Koroner pada Usia Muda

Beberapa penyebab penyakit jantung koroner pada usia muda umumnya tidak luput dari pola hidupnya, pola hidup yang tidak sehat memang pemicu terjadinya penyakit jantung koroner.

  • Tekanan darah tinggi
    Tekanan darah tinggi atau hipertensi ialah kondisi yang serius bila tidak diatasi sejak dini. Terlebih lagi hipertensi ini dapat timbul tanpa menimbulkan gejala. Hipertensi akan membuat organ jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah. Hipertensi dapat terjadi karena konsumsi garam yang tinggi.

 

  • Kolesterol tinggi
    Tingkat kolesterol yang melebihi batas dapat memicu terjadinya timbunan plak pada pembuluh darah arteri, sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyempitan akibat timbunan plak tadi yang berisiko pada penyakit jantung koroner terjadi. Hal ini disebut juga sebagai aterosklerosis dan dapat terjadi di usia muda, tidak hanya usia lanjut saja.

 

  • Merokok
    Tercatat lebih dari 90.000 jiwa meninggal setiap tahunnya dikarenakan penyakit jantung akibat merokok. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2017, disebutkan bahwa ada 2-3 dari 10 anak Indonesia yang berusia 15-19 tahun merupakan perokok aktif.

     

    Jumlah perokok dengan rentang usia di bawah 18 tahun meningkat dari persentase awal 7,2 % di tahun 2013 jadi 8,8 % tahun 2016. Dan yang lebih mengkhawatirkannya ialah bahwa 34,71 % anak usia 5-17 tahun diketahui menghisap rokok lebih dari 70 batang rokok per minggunya.

    Kandungan nikotin pada sebatang rokok dapat memicu terjadinya penyempitan pada pembuluh darah dan meningkatkan tekanan pada jantung. Penelitian menunjukkan bahwa dengan merokok dapat meningkatkan detak jantung seseorang, membuat detak jantung tidak beraturan, dan memperberat kerja jantung.

 

  • Obesitas
    Seseorang dengan obesitas atau berat badan yang berlebih dapat berisiko terkenya penyakit jantung. Berdasarkan data terbaru dari Riskesdas 2018, jumlah anak yang mengalami kegemukan atau obesitas di Indonesia mencapai 8 %. Angka ini mengalami penurunan dari awalnya 12,2 % di tahun 2007 dan 11,9 % di tahun 2013. Meski begitu, tetap harus diwaspadai.

 

  • Kurang Olahraga
    Seseorang yang jarang berolahraga atau beraktivitas fisik lainnya cenderung berisiko terkena masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, contohnya seperti obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi. Dengan berolahraga akan membantu dalam menjaga berat badan, mengontrol gula darah dan meningkatkan kadar HDL dalam darah. Dengan begitu, risiko penyakit jantung bisa diminimalisir.