ALSYVA.COM – Sudah jelas bahwa penyakit stroke merupakan salah satu masalah serius yang perlu pertolongan pertama dan kontrol kesehatan yang baik. Penyakit stroke merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada bagian pembuluh darah otak, jenis penyakit stroke juga terbagi dua, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Kedua jenis ini memiliki penyebab yang berbeda, hanya saja sama-sama terjadi pada pembuluh darah otak.

Namun selain kedua jenis stroke tersebut, ada juga yang namanya stroke ringan. Lalu apakah stroke ringan ini sama seperti stroke pada umumnya ? Hal tersebut akan dibahas di artikel ini, namun sebelum kita memahami mengenai maksud dari stroke ringan atau bahasa medisnya Transient Ischemic Attack (serangan iskemik transien), kita perlu mengetahui tentang apa itu iskemia.

Pada organ otak yang sehat memerlukan suplai oksigen serta darah yang konstan yang kaya akan nutrisi ke masing-masing 100 milyar neuron. Dalam mencapai hal tersebut dan memastikan fungsi otak tetap berjalan normal, darah mengalir ke berbagai pembuluh darah di setiap bagian organ otak.

Bagi sebagian orang, pembuluh darah dapat tersumbat dikarenakan adanya pembekuan darah, ataupun plak kolesterol yang menyebabkan suplai darah menjadi terhambat atau tersumbat ke otak. Kurangnya oksigen serta nutrisi ini dikenal sebagai iskemia. Neuron pada bagian iskemik akan lapar dan cepat berhenti berfungsi.

Pengertian Stroke Ringan

Definisi stroke ringan seperti yang disebutkan di atas bahwa dikenal sebagai serangan iskemik transien, merupakan keadaan singkat kurangnya aliran darah ke bagian otak. Iskemia ini akan merusak fungsi sel-sel otak yang mengakibatkan penderita serangan iskemik transien ini mengalami gejala gangguan fungsi otak, seperti kesulitan berbicara atau menggerakkan lengan dan kaki pada satu sisi tubuh mereka.

Gejala-gejala serangan iskemik transien dapat berlangsung dalam beberapa menit hingga beberapa jam, namun berdasarkan definisinya, hal ini dapat hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Sekitar 20 persen dari orang-orang yang telah mengalami gejala serangan iskemik transien dapat mengalami stroke besar dalam tiga bulan ke depannya. Akan tetapi, sayangnya cukup banyak orang yang gagal mendapatkan bantuan medis dan menderita stroke sebelum diperiksa oleh dokter.

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya stroke ringan pada seseorang :

  • Memiliki komplikasi penyakit seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau gangguan irama jantung (aritmia).
  • Memiliki riwayat stroke ringan atau riwayat keluarga dengan stroke ringan.
  • Berat badan berlebih/ obesitas.
  • Berusia 55 tahun atau lebih.
  • Sering merokok.

Gejala Stroke Ringan

Gejala stroke ringan bermula dengan mendadak dan bervariasi bergantung pada bagian otak mana yang terpengaruh. Stroke ringan yang memengaruhi bagian otak yang digunakan secara minimal dalam fungsi sehari-hari dapat mengakibatkan gejala yang ringan atau nyata. Namun sebaliknya, stroke ringan yang memengaruhi bagian otak yang digunakan secara maksimal dalam fungsi sehari-hari dapat mengakibatkan gejala yang sangat melemahkan.

Stroke ringan ini paling sering memengaruhi bagian otak yang berpusat dalam mengontrol gerakan dan perasaan di wajah, lengan, serta kaki. Stroke ringan juga dapat memengaruhi kemampuan kita dalam memahami dan menghasilkan ujaran. Berikut ini merupakan gejala-gejala yang paling umum terjadi pada stroke ringan :

  • Kelemahan pada wajah, lengan, otot-otot kaki pada satu sisi bagian.
  • Mati rasa pada wajah, atau lengan, kaki pada satu sisi bagian.
  • Kesulitan dalam memahami bahasa lisan dan berbicara.
  • Kehilangan penglihatan pada satu bagian mata.
  • Pusing mendadak tanpa sebab atau vertigo.
  • Pandangan yang ganda atau kabur.

Perbedaan Antara Stroke Ringan dan Stroke

Berdasarkan definisi yang diketahui saat ini, gejala stroke ringan atau serangan iskemik transien akan hilang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, sedangkan penyakit stroke dapat meninggalkan gangguan fisik dalam jangka panjang. Namun meskipun stroke ringan hanya menyebabkan gejala yang bersifat sementara saja, stroke ringan masih bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan dapat menjadi suatu peringatan. Sebab diketahui 1 dari 3 orang yang telah mengalami stroke ringan dapat mengalami stroke, dan dapat terjadi dalam waktu satu tahun.


Berhenti merokok sebagai salah satu cara mencegah Stroke Ringan

Cara Mengatasi Stroke Ringan

Stroke ringan atau serangan iskemik transien ini diketahui dapat berpotensi berkembang menjadi penyakit stroke. Karena hal itulah, sangat penting bagi kita untuk mencegah dan mengatasi stroke ringan sedini mungkin dengan cara berikut ini :

  • Mengontrol tekanan darah.
  • Mengontrol berat badan tubuh.
  • Mengontrol dan obati diabetes.
  • Olahraga rutin setiap hari.
  • Stop kebiasaan merokok.